Jumat, September 12, 2014

Assalamualaikum Bangkok, Sabai dee mai? (apa kabar?)


Haiiiiiii im back! From nowhere..... 



Udah lumayan lama juga kagak ngeblog, banyak momen yang terlewat yang gak tertulis dalam blog ini. Tapi seberusaha mungkin mencatat setiap momen berharga tersebut di buku catatan perjalanan ma instagram, supaya gak lewat begitu saja. Maklumlah karena udah kemakan usia jadi bawaannya sukak lupa muluk....aahhhaayyy...Tapi gimana-gimana sukak kangen juga nulis panjang yg isinya segala thoughts kepala saya ini, entah kenapa kemarin-kemarin sempet kehilangan motivasi ngeblog....hahahaa...tapi gak papah deh yang penting sekarang i'm back....


Kali ini cuma pengin cerita soal liburan dadakan saya ke Thailand. Liburan ini sebenarnya terjadwal bulan Oktober, tapi karena da penutupan penerbangan dan semua penumpang yang sudah punya tiket setelah 1 Juni 2014 harus melakukan reschedule, refund money or deposit biar gak sia-sia itu tiket, terpaksa saya memilih untuk reschdule. Dateline cuma 2 minggu dari penerbangan sebelum 1 Juni 2014, ubek-ubek jadwal penerbangan yg available, epon operator, bahkan mendadak cuti kantor....hahhahaha....semua bener-bener penuh dengan perjuangan. Dompet???? jangan ditanya lagi, *tongpes berat...hahhahaa...Mau ngutang??? kemana??? mentok jedok ngadep tembok....*LOL...tapi Tuhan emang maha sayang pada hambanya, hiikkkss...pencairan kartu kredit milik adek, dan langsung ja saya samber bilang utang....hahahhaa...bayarnya??? jangan ditanya yang pasti segera di bayar....*asyyeegg...sambil mengeluarkan jurus, tenang ntar oleh-oleh buat kamunya double deehh....#dalam hati *sial nambah buged dunk...hiiikkss..:P
Ookkaayy...tinggal prepare keberangkatan dan barang apa ja yang mau dibawa kesana, aahhayy...karena saya tipe yang sedikit rempong yaakk...jadi mau bawa apa gitu selalu nanyak, cocok gak?? bagus gak??? hahhaha...mitch and match gtu laahh...so well...:D
Setelah semua persiapan beres tinggal berangkat...hellowww Bangkok....

Pukul 08.00 Jemputan travel arah Juanda sudah menunggu di depan kos, karena saya penumpang terakhir yang dijemput akhirnya mobil langsung menuju ke bandara Juanda Surabaya. Datang lebih awal sebelum melakukan check in, sambil nunggu teman-teman yang lain, seperti biasa nongkronglah saya di salah satu sudut foodcourt bandara, sambil ngopi, dan ngemil roti...hahhahaa... Setelah teman-teman datang barulah kami masuk untuk check in lalu menuju ke imigrasi bandara sampai duduk manis di lobi sambil menunggu pemberangkatan pesawat kami.
Taraaa...kurang lebih 4 jam diatas pesawat, akhirnya mendarat juga dengan selamat di Bandara International Dong Muang Bangkok. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, dan alhasil kita kerepotan buat mendapatkan BTS, tersisa bus ke arah Mo Chit, sementara hotel kita di daerah Shapan Kwai...aarrgghhh....tanya petugas bandara pada kagak ada yang ngerti bahasa inggris, naahh kita kagak ngerti basa Thai....hehehe...jadinya miscom lah...huuffhhh...
Daripada ribet akhirnya kita memutuskan naek bus ke Mo Chit terus ganti taksi ke Shapan Kwai, memang ongkosnya sedikit mahal tapi daripada kita ilang di negeri orang huuaaa....Bismillah dengan berbekal doa dan kenekatan akhirnya sampai juga kita di hotel, dan alhamdulillah sopir taksinya baik pulaa...:D
Masuk ke dalam hotel berasa di Bali karena nuansanya kurang lebih mirip gitu, check in, makan, mandi dan langsung tepar...hahahhaa...

Sabtu, 24 Mei 2014

Kami bangun agak siang hari ini, jam 6 pagi. Setelah sholat Subuh kami segera mandi dan bersiap-siap menikmati pengalaman baru di hari pertama. Tujuan kami adalah ke Chatuchak Weekend Market yang buka jam 8 pagi.

Jam 7.30 kami keluar hotel, berjalan mencari sarapan dan kartu lokal supaya kami bisa menginformasikan ke orang tua di Indonesia bahwa kami baik-baik saja. Akhirnya kami ke 7eleven membeli perdana sekaligus minta di aktivasi dan membeli beberapa roti serta air mineral. Sambil menunggu aktivasi kami menyantap sepotong roti, dan Insya Allah makanan ini halal. Sebenarnya sepanjang arah dekat hotel banyak menyediakan menu halal, dan beberapa kakek mengenalkan diri bernama Husein dan beragama Islam. Meskipun tak satupun kulihat wanita bejilbab, tetapi mereka sangat ramah menyapa kami hanya saja teman saya kurang menyukai jenis makanan Melayu yang bersantan atau berkaldu alhasil dengan sepotong roti dan susu Insya Allah mampu mengganjal perut kami.


Setelah aktivasi kartu selesai kami melanjutkan perjalanan ke BTS Shapan Kwai untuk menuju BTS MoChit di mana Chatuchak Weekend Market berada di dekatnya. Sekitar 5 menit kami sampai di BTS ini.Untuk menuju pasar kami berjalan melewati taman dan masuk lewat samping. Sambutan pertama adalah bau selokan yang sama seperti umumnya pasar di Indonesia. Tapi dari segi kebersihan lumayan bersih. Sekitar jam 10 pasar mulai ramai oleh turis, dan kios-kios buka secara penuh. Ternyata pasar ini sangat luas (ada 26 section-blok) dan lengkap jualannya. Harga-harga juga bersaing dengan pasar di Indonesia. Yang saya salut meski jualan di pasar kaos souvenir yang di jual berbeda-beda dan unik, karena mereka punya desain sendiri.

Istimewa memang, bermodal bahasa Inggris yang terbatas dan kalkulator mereka lancar bertransaksi. Serasa di negeri sendiri mengingat penampakan orangnya juga mirip dengan orang kita. Disini pun banyak sekali orang Indonesia yang sedang kalap dalam berbelanja dan juga turis Malaysia. Meski beda negara, referensi makanan halal dan selera nya relatif sama, sehingga sering kali ketemu di tempat makan dan mushola. Oiiaaa...mulai dari awal turun dari BTS sudah ketemu dengan beberapa orang Indonesia, berkenalan dan ngobrol dengan basa Indonesia, da juga yang orang Malang atau Surabaya alhasil basa Jawa pun yang kami gunakan...hahahaha...Seneng-seneng banget bisa ketemu sebangsa di negara lain, jadi bisa rame-rame barengan buat ngubek-ngubek itu pasar. hahhaa...
Akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling berempat, ketemu sama orang Surabaya yang sedang dinas kantor kesini. Kami memilih dan memilah barang bersama-sama hingga kami hilaf...huuaaa....bengkaklah budged kami, hellooowww...masih hari pertama dan masih banyak tempat yang akan kami kunjungi, uuhuukkk...stop shopping !!!...hahhaha...Setelah 4 jam mengubek-ubek isi pasar kami memutuskan mencari tempat makan siang dan sholat. 
Siang ini kami makan di Saman Moslem Restauran tak jauh dari Tower Clock (sangat mudah mencarinya). Kami memesan Nasi dengan ayam goreng, karena cuma menu seperti ini yang kami doyan, dan untuk minumnya kami coba Coconut Ice Cream...yummyyy...meskipun tak menghilangkan rasa haus, tapi setidaknya khas negeri ini bisa kecoba....hehehhe...



Total jendral hanya THB 150 (Rp 54 ribu). Puas pakek bingiitss....hohohoho....
Setelah kenyang kami ke bagian depan untuk mencari mesin ATM yang berderet di pusat penerangan. Di sini pula kami sekaligus bertanya letak mushola, dan diberitahu di belakang ATM TMB Bank. Setelah menjalankan ibadah kami melanjutkan shopping....hahhaha...belom puas jugaa...??!! Karena da yang belom kebeli buat oleh-oleh temen kantor...aiisshhh...selalu yaakk, klo kemana-mana justru yang keinget orang lain, padahal belom tentu buat diri sendiri udah kebeli....hahahhaa...


Dalam acara belanja ini kami bisa dapat kaos seharga THB 95/piece ( Rp 35 ribu) dengan kualitas kain cukup bagus. Kalau mau yang lebih murah ada yang seharga THB 100/2 piece atau seharga Rp 15 ribu/lembar, desain lucu-lucu tetapi kainnya tipis sekali. Buat anak-anak hanya THB 85/piece ( Rp 31 ribu ) neh juga karena kita belanja dalam jumlah besar dan bareng-bareng...hehehhe... Oiiaaa...ada juga baju obralan department store kualitas kain lumayan yang harganya juga sekitar THB 50 tapi sablonan nya tidak mencirikan Thailand, sehingga kurang pas rasanya buat oleh-oleh. Magnet kulkas THB 100/3 piece, asesoris wanita THB 20, gantungan kunci gajah THB 80/5 piece, tas rajut THB 185, kemeja THB 200, sepaket kain songket THB 400 tapi harus dengan cara menawar, karena harga awal terlalu mencekik yaa...meskipun tetap lebih murah klo di kurs kan...hehehhe...maklum namanya juga cewek jadi perhitungan dikit...hehehhe...



Setelah puas dan kaki pegal kami balik menuju BTS Mochit. Di kiri kanan jalan kami lihat banyak pendemo, karena memang kebetulan keadaan negara saat saya kesana lagi genting, pengeboman, huru hara, demo ke pusat pemerintahan, jam malam yang dibatasi, tapi alhamdulillah masih aman. Oiiaa..paling suka disekitar pasar banyak penjual aneka jajanan, buah, manisan...huummm...yummmyy...gak mau menyia-nyiakan segala jenis saya coba, karena rata-rata jajanannya berkisar THB 20. 

Meskipun cukup lelah, kami masih melanjutkan ke mall di BTS Siam yaitu Mall Siam Center, karena emang pengen ke Madam Thousand. Puas berfoto bersama dipelataran Mall, langsung berpetualang ke Siam Paragon. Kelihatannya ini mall paling prestisius di Thailand. Terlihat dari megah dan luasnya bangunan, barang yang dijual dan dandanan pengunjungnya. Tak tangung-tanggung ada toko yang menjual mobil Audi, Citroen, Porsche,BMW, Mercy dan mobil balap Lotus.





















Puas keliling-keliling kami memutuskan untuk melanjutkan ke Pratunam Market, meskipun sesampainya disana tidak ada yang kami beli tetapi puas karena setiap sudut pasar kami jelajahi. Di Pratunam memang tidak kalah dengan Chatuchak, jika kamu membeli lebih dari 3 buah da harga khusus. Karena hari sudah menjelang pukul 8 malam, kami bersiap-siap untuk kembali ke hotel. Takut ketinggalan BTS, dan penerapan jam malam. 
Yeah..satu kata untuk Sabtu ini, PUAS! Thanks for destiny, God. God is always good at all! =)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar