Ajari aku menjadi seorang penipu..
Apabila di balik diam,kau rasakan sakit yang sama saat bias masa lalu kita dan kenyataannya mulai bersinggungan
atau biarkan bayanganmu menari pada gerimis sore ini di ujung mataku,bila ternyata sudah tak ada sedikitpun yang kau ingat dari hari kemarin.
Tampilkan postingan dengan label sakit hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sakit hati. Tampilkan semua postingan
Selasa, April 02, 2013
Kamis, November 01, 2012
...
Ada tangan yang selalu terbuka menyambutmu,
tapi tak di hiraukan dan kamu memilih dia yang menggenggam erat tangan orang lain..
Setelah lelah menyelipkan tanganmu diantaranya,
kamu cari lagi tangan yang terbuka itu, tapi seseorang telah membawanya pergi dari bayanganmu..;)
tapi tak di hiraukan dan kamu memilih dia yang menggenggam erat tangan orang lain..
Setelah lelah menyelipkan tanganmu diantaranya,
kamu cari lagi tangan yang terbuka itu, tapi seseorang telah membawanya pergi dari bayanganmu..;)
Rabu, Oktober 31, 2012
Arast ft. Helena - Broken Angel
Arast ft. Helena - Broken Angel
I’m so lonely broken angel
I’m so lonely listen to my heart
Man dooset daram
Be cheshme man gerye nade
Na, nemitoonam
Bedoone to halam bade
I’m so lonely broken angel
I’m so lonely listen to my heart
On n’ lonley, broken angel
Come n’ save me before i fall apart
To harja ke bashi kenaretam
Ta akharesh divoonatam
To , to nemidooni , ke joonami , bargard pisham
La la leyli , la la leyli , la laaa
I’m so lonely broken angel
I’m so lonely listen to my heart
Man dooset daram
Be cheshme man gerye nade
Na, nemitoonam
Bedoone to halam bade:
I’m so lonely broken angel
I’m so lonely listen to my heart
On n’ lonley, broken angel
Come n’ save me before i fall apart
To harja ke bashi kenaretam
Ta akharesh divoonatam
To , to nemidooni , ke joonami , bargard pisham
La la leyli , la la leyli , la laaa
I’m so lonely broken angel
I’m so lonely listen to my heart
Man dooset daram
Be cheshme man gerye nade
Na, nemitoonam
Bedoone to halam bade
I’m so lonely broken angel
I’m so lonely listen to my heart
On n’ lonley, broken angel
Come n’ save me before i fall apart
To harja ke bashi kenaretam
Ta akharesh divoonatam
To , to nemidooni , ke joonami , bargard pisham
La la leyli , la la leyli , la laaa
Rabu, Februari 22, 2012
Kamu...
Siang bloggies.....
Hari neh adalah hari yang membosan kan, berasa puanjaanngg waktu yang berjalan tiap detik, menit bahkan berganti jam....hoooaaammmm...mulai mengantuk tapi boss datang dan gak boleh keliatan da pegawai nya yang malas pa lagi ngantuk.
Ditengah kebosanan ne mulai deh aku buka blog dan mulai corat-coret...ya mulai deh tuk kesekian kali nya berbicara soal cinta...cinta...dan cinta....
Bosan memang tapi ini lah rasa ku..rasa yang tak manis, rasa yang asing walau sering kali hadir. Ya...lagi..lagi tentang aku, kamu dan cinta....
Bulan dimana semua orang mengenal dan menyebut nya dengan bulan kasih sayang tapi entah tidak dengan ku. Bulan yang sama hambar nya seperti bulan- bulan sebelum nya. Tapi di bulan ne aku harus mendengar tuk kesekian kali hal yang sama terulang padaku, ya tepat nya pada perasaan ku.
Kamu memang begitu istimewa sampai kapan pun kamu istimewa buat ku meskipun kamu tak pernah menyadari rasa itu.
Aku tak yakin ini cinta, terlampau sering aku merasakan nya, bahkan terasa sakit karena nya. Terlalu letih dan kecewa.
Ya....kamu sosok yang ku kenal 2 tahun lalu, yang ku tunggu datang bagai merpati yang tak pernah ingkar janji dan berahap akan menepati nya. Tapi entah lah kesekian kali nya aku terluka.
Tepat hari ini aku tahu...ya aku tahu...kau telah menjadi milik orang lain...
Aku mungkin mencintaimu, namun ku tak ingin kamu tau sekarang. Biarkan aku tenggelam bersama rasa ini sampai waktu nya nanti aku kembali bangkit. Berlari dan menatap mata mu, perlahan akan kukatakan "Aku mencintaimu".
Walaupun aku tahu kamu tak mungkin aku miliki kembali tapi setidak nya biarlah rasa ini menemani ku....
walau bintang tak lagi benderang, kupastikan kamu tetap cahaya terang bagi hati ku...
Hari neh adalah hari yang membosan kan, berasa puanjaanngg waktu yang berjalan tiap detik, menit bahkan berganti jam....hoooaaammmm...mulai mengantuk tapi boss datang dan gak boleh keliatan da pegawai nya yang malas pa lagi ngantuk.
Ditengah kebosanan ne mulai deh aku buka blog dan mulai corat-coret...ya mulai deh tuk kesekian kali nya berbicara soal cinta...cinta...dan cinta....
Bosan memang tapi ini lah rasa ku..rasa yang tak manis, rasa yang asing walau sering kali hadir. Ya...lagi..lagi tentang aku, kamu dan cinta....
Bulan dimana semua orang mengenal dan menyebut nya dengan bulan kasih sayang tapi entah tidak dengan ku. Bulan yang sama hambar nya seperti bulan- bulan sebelum nya. Tapi di bulan ne aku harus mendengar tuk kesekian kali hal yang sama terulang padaku, ya tepat nya pada perasaan ku.
Kamu memang begitu istimewa sampai kapan pun kamu istimewa buat ku meskipun kamu tak pernah menyadari rasa itu.
Aku tak yakin ini cinta, terlampau sering aku merasakan nya, bahkan terasa sakit karena nya. Terlalu letih dan kecewa.
Ya....kamu sosok yang ku kenal 2 tahun lalu, yang ku tunggu datang bagai merpati yang tak pernah ingkar janji dan berahap akan menepati nya. Tapi entah lah kesekian kali nya aku terluka.
Tepat hari ini aku tahu...ya aku tahu...kau telah menjadi milik orang lain...
Aku mungkin mencintaimu, namun ku tak ingin kamu tau sekarang. Biarkan aku tenggelam bersama rasa ini sampai waktu nya nanti aku kembali bangkit. Berlari dan menatap mata mu, perlahan akan kukatakan "Aku mencintaimu".
Walaupun aku tahu kamu tak mungkin aku miliki kembali tapi setidak nya biarlah rasa ini menemani ku....
walau bintang tak lagi benderang, kupastikan kamu tetap cahaya terang bagi hati ku...
Selasa, Desember 27, 2011
Aku Idiot
Aku terbangun pagi ini. Biasanya aku terbangun jam 4 sebelum adzan Shubuh karena aku sudah terbiasa. Tapi hari ne beda karena hari jumat dan aku akan pulang ke Malang, jadi aku packing2..Kemudian aku mandi lebih awal dan bersiap berangkat ke kantor. Seperti biasanya aku sarapan dulu di warung depan kos ku. Sesampai di kantor tiba2 aku teringat dona teman SMP ku dulu. Memang sudah jodoh tak lama handphone ku berbunyi dia menelpon ku. Kurang lebih begini percakapan kami berdua:
Langsung seketika tu aq telpon dia dan aku minta maaf karena sepanjang perjalanan aku tertidur. Dengan sabar nya dia memaafkan ku, dan bilang khawatir jika da pa2 ja...oowww.....my god....
Keesokan hari nya aku menunggu tanpa kabar dari nya. Karena memang dia mengajak ku ketemuan tuk dating...wkwkwkwkw....tak terasa jam udah menunjukan pukul 12 lewat. Akhirnya ku putuskan tuk tidak menunggu nya. Waktu tu juga aku da janji ma adek kosqu. Akhirnya kami pun berjalan2 mengintari kota Malang tercinta dengan mengendarai sepeda scutterqu.
Berawal dari pasar burung, memang rute kami awal janjian kemudian berlanjut ke Serabi imut menikmati serabi yg da lama kami gag makan...huuummm.....yuummmmyyy....
Kemudian berlanjutlah kami menuju siomay bandung dan pempek palembang, dan berakhir di @MX...dengan bermandikan air ujan kami tempuh perjalanan sabtu sore tersebut, hingga kami kehabisan tempat parkir dan memohon2 sama maz parkir tetap mental buat di tolak. Tapi tu tak menghalangi niat ku tuk tetap eksis mengabadikan moment hari neh..


Sudah 2 jam lebih aku menunggu. Tidak ada balasan. Aku matikan lalu nyalakan lagi handphoneku, siapa tahu handphoneku error lagi, maklum BB suka lambrietaa. Tapi tetap saja. Tidak ada pertanda akan dibalas. Aku called. Tapi aku lupa, pulsa teleponku habis. Tinggal paketan BBM an saja, sementara dia tidak pakai BB. Ah...mungkin dia di jalan kalau tidak lagi sibuk.
Kami berdua asyik bercerita kesana kemari hingga tak terasa sudah 2 jam duduk di meja itu. Aku tunggu saja, toh baru 2 jam, ini masih sore. Aku hanya meng-update Twitter saja. Hanya bergalau. Aku sms kamu bertubi-tubi. Aku masih menunggu. Aku sholat. oooww......untunglah adek kos ku pengertian dan terus menggoda ku....
Haruskah aku masih menunggu padahal aku tahu kamu tidak akan datang saat itu? Haruskah aku terpaksa membeli air mata kucing lagi dan meminumnya sendiri, karena aku kehausan menunggu kamu? Haruskah akhirnya aku pulang dengan adek kos ku tanpa bisa aku menemui mu. Hatiku galau terus dan terus berharap aku bisa melihatmu walau sesaat.
Aku sms kamu lagi sebelum aku beranjak. Aku pulang. Aku terlalu lelah. 2 jam lebih bukan waktu yang sebentar. Aku galau. Aku ingin menangis. Tapi aku malu. Ternyata Allah mendengar doa ku, tak lama kemudian bunyi handphone ku. Iyaaa tu kamu yg nelpon, langsung aku angkat dan ternyata kamu juga berada di tempat yang sama dengan ku di Matos. Tak lama kemudian kamu datang dengan senyum manies mu. Menyalami ku dan memperkenalkan pada teman mu. Kita becanda, ngobrol, makan, jalan2..
Tak terasa jam di tangan ku menunjukan pukul 7.30 dan kamu masih banyak kesibukan dan tugas negara yg lebih penting. Andai saja da pilihan aku tak ingin malam neh berakhir. Malam ne indah saat aku bersama nya. Aku ingin terus dan terus bersama nya. Tapi waktu telah menjawab. Iya, dia udah menjadi milik orang lain. Ayah dari putri yg lucu serta suami orang. Bagaimana kamu bisa membangun semua mimpi tanpa aku sadari kalau aku juga menyayangi mu. Tanpa sadar tiap kata yang kau lontar kan pada ku sebenarnya jawaban dari isi hatimu. Kau jahat, kenapa tidak 5 tahun yg lalu kau ungkapkan pada ku. Kenapa harus sekarang kau bangun mimpi2 kecil tu.
Apakah aku bodoh untuk tidak sadar diri? Apakah aku bodoh untuk terus membohongi? Aku selalu memasang senyum dan mata palsu. Tapi aku lupa, hatiku sudah mau hangus, terlalu lama berbohong. Aku bisa merubahnya. Aku bisa lebih baik. Aku juga bisa buat kamu lebih baik. Kita lebih baik. Tapi apakah harus selalu aku yang menunggu? Aku ingin kamu mencoba buat merasakan, bagaimana rasanya menunggu ditemani angin dan dinginnya malam tu dengan baju yg basah karena guyuran ujan. Itu adalah hal yang paling menyakitkan, apalagi aku harus berkata, "Masih nunggu, nunggu kamu...". Sadarkah kamu terlalu jauh kamu merasuki pikiran ku. Mengoyak-oyak isi hati ku dan membangun mimpi2 konyol kita. Iya aku harus sadar dan bangun dari mimpi. Aku emang idiot.....
Don2: Kamu dimana?
Dewi: Di kantor, emnge da pa?
Don2: kamu gak pulang ke malang?
Dewi: pulang nanti sore
Don2: jam berapa nyampek malang? nanti aku tunggu diman?
Dewi: malem jm8an...emnge kmu sekarang dimana?
Don2: masih di surabaya..nanti aku telpon kamu lagi ya..take care ya....
Dewi: iyaw thangkyu....
Itulah awal fajarku, kerja jadi semangat...
Akhirnya semangatku tuk pulang ke malang makin menggebu. Sesampai nya di Sengkaling aku baru sadar dan membuka handphone ku....oooohhh my god 5 misscall di layar BB ku dan 10 misscall di layar Hp satunya dan sebuah pesan singkat dari Don2....udah nyampek malang? kenapa gag angkat telpon ku?
Dewi: Di kantor, emnge da pa?
Don2: kamu gak pulang ke malang?
Dewi: pulang nanti sore
Don2: jam berapa nyampek malang? nanti aku tunggu diman?
Dewi: malem jm8an...emnge kmu sekarang dimana?
Don2: masih di surabaya..nanti aku telpon kamu lagi ya..take care ya....
Dewi: iyaw thangkyu....
Itulah awal fajarku, kerja jadi semangat...
Akhirnya semangatku tuk pulang ke malang makin menggebu. Sesampai nya di Sengkaling aku baru sadar dan membuka handphone ku....oooohhh my god 5 misscall di layar BB ku dan 10 misscall di layar Hp satunya dan sebuah pesan singkat dari Don2....udah nyampek malang? kenapa gag angkat telpon ku?
Langsung seketika tu aq telpon dia dan aku minta maaf karena sepanjang perjalanan aku tertidur. Dengan sabar nya dia memaafkan ku, dan bilang khawatir jika da pa2 ja...oowww.....my god....
Keesokan hari nya aku menunggu tanpa kabar dari nya. Karena memang dia mengajak ku ketemuan tuk dating...wkwkwkwkw....tak terasa jam udah menunjukan pukul 12 lewat. Akhirnya ku putuskan tuk tidak menunggu nya. Waktu tu juga aku da janji ma adek kosqu. Akhirnya kami pun berjalan2 mengintari kota Malang tercinta dengan mengendarai sepeda scutterqu.
Berawal dari pasar burung, memang rute kami awal janjian kemudian berlanjut ke Serabi imut menikmati serabi yg da lama kami gag makan...huuummm.....yuummmmyyy....
Kemudian berlanjutlah kami menuju siomay bandung dan pempek palembang, dan berakhir di @MX...dengan bermandikan air ujan kami tempuh perjalanan sabtu sore tersebut, hingga kami kehabisan tempat parkir dan memohon2 sama maz parkir tetap mental buat di tolak. Tapi tu tak menghalangi niat ku tuk tetap eksis mengabadikan moment hari neh..


Sudah 2 jam lebih aku menunggu. Tidak ada balasan. Aku matikan lalu nyalakan lagi handphoneku, siapa tahu handphoneku error lagi, maklum BB suka lambrietaa. Tapi tetap saja. Tidak ada pertanda akan dibalas. Aku called. Tapi aku lupa, pulsa teleponku habis. Tinggal paketan BBM an saja, sementara dia tidak pakai BB. Ah...mungkin dia di jalan kalau tidak lagi sibuk.
Kami berdua asyik bercerita kesana kemari hingga tak terasa sudah 2 jam duduk di meja itu. Aku tunggu saja, toh baru 2 jam, ini masih sore. Aku hanya meng-update Twitter saja. Hanya bergalau. Aku sms kamu bertubi-tubi. Aku masih menunggu. Aku sholat. oooww......untunglah adek kos ku pengertian dan terus menggoda ku....
Haruskah aku masih menunggu padahal aku tahu kamu tidak akan datang saat itu? Haruskah aku terpaksa membeli air mata kucing lagi dan meminumnya sendiri, karena aku kehausan menunggu kamu? Haruskah akhirnya aku pulang dengan adek kos ku tanpa bisa aku menemui mu. Hatiku galau terus dan terus berharap aku bisa melihatmu walau sesaat.
Aku sms kamu lagi sebelum aku beranjak. Aku pulang. Aku terlalu lelah. 2 jam lebih bukan waktu yang sebentar. Aku galau. Aku ingin menangis. Tapi aku malu. Ternyata Allah mendengar doa ku, tak lama kemudian bunyi handphone ku. Iyaaa tu kamu yg nelpon, langsung aku angkat dan ternyata kamu juga berada di tempat yang sama dengan ku di Matos. Tak lama kemudian kamu datang dengan senyum manies mu. Menyalami ku dan memperkenalkan pada teman mu. Kita becanda, ngobrol, makan, jalan2..
Tak terasa jam di tangan ku menunjukan pukul 7.30 dan kamu masih banyak kesibukan dan tugas negara yg lebih penting. Andai saja da pilihan aku tak ingin malam neh berakhir. Malam ne indah saat aku bersama nya. Aku ingin terus dan terus bersama nya. Tapi waktu telah menjawab. Iya, dia udah menjadi milik orang lain. Ayah dari putri yg lucu serta suami orang. Bagaimana kamu bisa membangun semua mimpi tanpa aku sadari kalau aku juga menyayangi mu. Tanpa sadar tiap kata yang kau lontar kan pada ku sebenarnya jawaban dari isi hatimu. Kau jahat, kenapa tidak 5 tahun yg lalu kau ungkapkan pada ku. Kenapa harus sekarang kau bangun mimpi2 kecil tu.
Apakah aku bodoh untuk tidak sadar diri? Apakah aku bodoh untuk terus membohongi? Aku selalu memasang senyum dan mata palsu. Tapi aku lupa, hatiku sudah mau hangus, terlalu lama berbohong. Aku bisa merubahnya. Aku bisa lebih baik. Aku juga bisa buat kamu lebih baik. Kita lebih baik. Tapi apakah harus selalu aku yang menunggu? Aku ingin kamu mencoba buat merasakan, bagaimana rasanya menunggu ditemani angin dan dinginnya malam tu dengan baju yg basah karena guyuran ujan. Itu adalah hal yang paling menyakitkan, apalagi aku harus berkata, "Masih nunggu, nunggu kamu...". Sadarkah kamu terlalu jauh kamu merasuki pikiran ku. Mengoyak-oyak isi hati ku dan membangun mimpi2 konyol kita. Iya aku harus sadar dan bangun dari mimpi. Aku emang idiot.....
Minggu, Desember 04, 2011
Cinta Absurd
Just don't you ever love a guy who is not looking for your heart. Please, love a guy who is loving you, though you are you, not what he want to be.
Aku ingin cerita, aku sudah bisa menghapus semua memori tentang siluet-siluet wajah dan semua kisah Rapunzel yang pernah kamu terjunkan. Aku sudah bukan Cinderella, aku kembali menjadi Upik Abu saat sihirmu kamu cabut dari ubun-ubunku. Benakku terasa lebih ringan, ringan akan kebahagiaan yang sesungguhnya semu. Ia semakin berat, bukan berat akan kebahagiaan juga, namun makin berat akan pedih dan trauma yang sulit untuk dibalut hansaplast bahkan meja operasi pun tidak mungkin sanggup menyembuhkannya.
Aku sudah bisa mengubur dalam-dalam semuanya, dan aku yakin ia tidak mungkin bangkit dari tidur panjangnya. Aku sudah mencuci otakku sendiri. Bahkan untuk sekedar mengucap kembali melodi indah bernama 'cinta', aku harus mengejanya lebih dari seratus kali. Ya. C-I-N-T-A.
Refleksimu menghilang seiring pasir waktuku habis terjun terkena gravitasi. Aku sudah hilang ingatan, makhluk seperti apakah kamu, yang pernah memberikan hangat dalam kedinginanan batu es dalam kalbuku. Makhluk Tuhan lain yang dikirimkan kepada ku tak mungkin mampu untuk menggantikan jabatanmu dalam hierarki tertinggi kekuasaanmu yang pernah mengelola sanubariku.
Ia datang di saat aku butuh kamu. Ia berbeda denganmu. Tentu saja. Tidak bisa dibandingkan karena memang tidak ada yang perlu di bandingkan. Tidak ada yang perlu dikomparasikan. Namun, aku terlalu cepat untuk mengayuh. Semakin cepat pula aku terjatuh. Jatuh tersungkur. Ia tidak lebih baik darimu. Beruntungnya aku, ia hanyalah pemandangan indah. Tidak lebih dari itu. Setidaknya ia pernah membuat simpul bibir manisku tersenyum untuknya dan untukku. Apa beruntungnya? Ya, untung saja aku tidak mudah tertipu untuk kedua kalinya.
Maafkan aku mengingkari janji. Aku berbohong jika aku sedang tersenyum. Sejujurnya, senyum itu adalah cara baruku untuk menangis. Tapi tidak terdengar.
Biarkan melodi cinta itu terdengar dengan sendirinya di telingaku. Aku tidak lagi akan memaksakan mendengarnya. Karena jika ternyata aku tidak mampu mendengarnya, aku bisa menurunkan hujan badai selalu
...cinta memang absurd.
Langganan:
Postingan (Atom)