Tampilkan postingan dengan label Mbolang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mbolang. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juni 12, 2014

Holiday Malay Day 4

Assalamualaikum Dearest,...

Yeeaahhh....hari terakhir kami ke negeri Melayu... Sayang pakek bingiitss udah mau balik ja ke Indonesia...huuaaa....cerita sebelumnya bisa dibaca disini .
Tidak terasa hari ini sudah hari terakhir dari acara jalan-jalan kami ke Malaysia kali ini. Karena tempat-tempat utama di Kuala Lumpur sudah kami kunjungi semua, maka hari ini agak santai. Sebetulnya masih ada beberapa tempat lain yang bisa dikunjungi di KL ini, seperti contohnya : Aquaria KLCC (semacam Sea World), KL Tower(Bangunan tertinggi kedua di KL, di mana kita bisa melihat KL dari ketinggian), Sunway Lagoon (semacam WaterBom di Jakarta / Bali) dan Eye on Malaysia (Bianglala raksasa seperti di Singapore). Untuk masuk ke tempat-tempat tersebut, tidaklah gratis (ada tiket masuknya). Karena kami lebih memilih untuk menggunakan uang yang ada untuk berbelanja, maka kami tidak pergi ke tempat-tempat tersebut, hahahhaa....padahal udah bokek...*ouupss... 
Hari ini kami semua bangun agak siang. Kami keluar dari hotel sekitar jam 9:00, sekalian kami check out, barang bawaan udah di packing dan langsung menuju ke KL Sentral menuju ke penitipan barang. Tujuan kami adalah pasar seni, hehehe...Station Pasar Seni ini adalah the next LRT station after Gedung KL Sentral.. Deket kok.. Harga tiketnya juga murah.. Sekitar RM 1 / orang.. Turun di Station Pasar Seni, kami liat keadaan sekitar, karena sejujurnya kami bingung gimana caranya ke Central Market dan ke China Town-nya.. Hihihi.. Akhirnya setelah kami jalan kaki keliling, ampek muter-muter 2x, nemu deh dari kejauhan pintu gerbang Central Market...hahaha.. Terus disampingnya ada hiasan lampion dengan tulisan PETALING STREET di atasnya.. WOW, berarti itulah China Town -nya... :D




Akhirnya masuk lah kami ke China Town.. Disana BUANYAAAKKK banget barang KW dari merek terkenal yang dijual.. Tapi kami sempet bingung dan kaget karena disana mereka enggak pasang harga.. Jadi kalo mau belanja, kita harus tanya harganya dan kalian tawar ajah 50% dari harga yang mereka kasih.. Contohnya, mereka bilang tas bermerek harganya RM 55/item, tawar ajah sampe RM 30/item.. Kalo jago nawar sih bisa dapet banyak barang murah disana.. Hihihi...:P
Waktunya belanja oleh-oleh.. Shopping shoopiingggg...yyeeaaahh...

China Town sendiri akan lebih rame ketika malam hari.. Karena ketika siang, yang dagang hanya yang kios-kiosnya ajah.. Begitu sore tiba, ditengah-tengah jalan itu, baru deh muncul pedagang kaki lima yang ngebuka lapak :D
Selesai 'nyetor duit' ke China Town, kami langsung mampir ke Central Market.. Central Market ini lebih 'anggun'.. wennaakk... Tempatnya di dalam gedung dan ber-AC.. Dingin.. Bersih.. Lebih mirip kayak mall/plaza.. Tapi harganya tetep 'miring' :D


Setelah puas muter-muter kami langsung menuju ke Bukit Bintang. Tanpa terasa rasa lapar sudah melanda, akhirnya kami putuskan makan pagi di daerah sana. Kali ini pilihannya jatuh ke Blue Boy Food Center. Lokasinya sekitar 200 meter dari Jalan Alor. Di sini ada beberapa food center yang dikumpulkan jadi 1 dalam 1 food court dan semuanya vegetarian.
Karena banyaknya pilihan makanan, kami sedikit bingung juga untuk memilih. Lucunya, di sini yang melayani ternyata adalah mbak-mbak asal Indonesia. Bahkan saat kami tanyai, ternyata pelayannya bisa berbahasa Jawa. Setelah kami tanya, barulah ketahuan kalau salah satu pelayannya berasal dari Kediri. Ternyata jauh-jauh di negeri orang, seperti berada di negara sendiri. Memang di Malaysia ini banyak sekali saya temui TKW asal Indonesia, baik di hotel, toko maupun di restoran. Banyak dari mereka mahir sekali menggunakan bahasa Inggris, Mandarin dan bahasa Kanton.

Setelah kami makan pagi di sini, kami pun langsung menuju ke tujuan pertama kami yaitu 
Taman Tasik Perdana. Taman ini adalah sebuah taman yang sangat besar dan populer di tengah kota Kuala Lumpur. Taman ini memiliki luas lebih dari 91 hektar dan sering kali menjadi tuan rumah dari berbagai macam acara menarik. Obyek wisata menarik di tempat ini cukup banyak, di antaranya taman rusa, taman anggrek, taman kembang sepatu, monumen nasional, dan lain-lain. Anda juga bisa bersepeda di taman ini dengan cara menyewa sepeda dengan biaya 3 Ringgit setiap 30 menit. Memasuki tempat ini tidak dipungut biaya namun menyenangkan dan cocok untuk menjadi tempat istirahat karena Taman Tasik Perdana memiliki karakteristik yang sangat tenang dan damai. Taman ini buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai dengan jam 6 sore. Tapi sayangnya kami tidak bisa berlama-lama..hehehe...dan foto kamipun di HP teman terkena virus..hiikss...Selanjutnya kami menuju ke Pavilion, salah satu mall termegah di Bukit Bintang.




Karena waktu sudah menunjukkan pukul 4 Sore, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke KL Sentral dan menuju ke Bandara. Sementara waktu juga sangat mepet dengan jadwal penerbangan kita ke Indonesia. wooowww...

Kami sampai di Surabaya pukul 01.30 dini hari..:P. dikarenakan pesawat delay...oohhmygosh...selalu saja gak ada penerbangan yang bener dan on time. Hiikkss... Tapi emang waktu itu cuaca tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan. Di tambah kabut asap kebakaran hutan di Riau....hiiiyaaahh.... 
Pengalaman super duper selama di Malaysia membuat saya banyak belajar untuk lebih waspada lagi dalam mengatur waktu, tujuan, terutama keuangan...aahhaayy... Don’t be late!
Setelah Kuala Lumpur kemana lagi kah kaki ini akan melangkah? ;)...so tunggu kisah perjalananku selanjutnya ya...See U....:D

Kamis, Mei 29, 2014

Holiday Malay Day 3

Assalamualaikum Bloggiest....

Hellooowww....dearest...!! 

Di hari ketiga ini saya akan melanjutkan perjalanan menuju ke Melaka/Malacca. Postingan sebelumnya dapat dilihat disini . Melaka merupakan destinasi menarik untuk dikunjungi karena Kota Melaka memberikan atmosfer yang membuat kita kembali ke masa era zaman dahulu dan jika berada di Melaka akan merasakan suasana perpaduan antara budaya Asia-Eropa


"Melacca, Malaysia is a historical city centre and listed one of UNESCO World Heritage Site . Some popular historical attractions in Melcca are St. John’s Fort, Fort A Famosa, St. Peter’s Church, St. Pauls’s Church, Christ Church, Francis Xavier Church, Stadhuys, Cheng Hoon Teng Temple and Jonker Street and many more!"

Bila ingin ke Malaka melalui KL Sentral (seperti saya), kamu bisa melalui rute ini: 
KL Sentral – Bandar Tasik Selatan (dengan KLIA transit, 4.2 RM) – Melaka Central Station (dengan Bus, 10 RM). Total biaya untuk perjalanan cuma 14,2 RM, murah kan? :D

Menuju BTS











Suasana di dalam BTS
Di luar Terminal










Kebayangkan segede dan sebagus apa terminal BTS....huumm..kapan Indonesia punya terminal sebagus dan senyaman ini ????...:D. 
Sesampainya di Terminal Bus Melaka Sentral, saya melanjutkan perjalanan dengan Bus Panorama menuju pusat Kota Melaka, kalau tidak salah bus nomer 18 tujuan Bangunan Merah. Oh ya kalo membeli tiket keberangkatan jangan lupa membeli tiket pulangnya, karena di khawatirkan kehabisan, dan tentukan pula waktu yang kamu butuhkan disana. Setelah bus berangkat, sampailah saya di stadhuys atau yang dikenal dengan Bangunan Merah. Disebut dengan Bangunan Merah, karena di kawasan tersebut banyak bangunan-bangunan tua ala Eropa berwarna merah. Salah satu yang terkenal adalah Christ Church Melaka, yaitu gereja yang dibangun sejak tahun 1753.
Sedangkan jarak antara satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya tergolong dekat dan bisa dikunjungi dalam satu hari atau beberapa hari karena lokasinya yang mudah dijangkau dengan jalan kaki. Jika kamu malas berjalan kamu bisa menggunakan jasa becak yang full musik seperti di Jogja. Tarif yang ditawarkan beragam jadi harus pandai-pandailah menawar...:D
Kebetulan hari itu kami malas untuk jalan kaki selain panas juga mengejar waktu, akhirnya kami putuskan untuk berkeliling dengan menggunakan jasa becak.
Tawar menawar akhirnya dapatlah kami dengan harga RM 36, lumayan mahal seh cuma mau gimana lagi sudah mentok gak bisa turun lagi...hehheheee..
Akhirnya kami berkeliling dengan menggunakan becak, secara otomatis guide kami ya tukang becaknya...hahahhaa....

*Christ Church Melaka
Pertama kami mengunjungi Stadthuys yang merupakan icon Melaka. 
Stadthys pada tahun 1650 merupakan kediaman Belanda. Disamping Stadhuys ada Museum, Gereja Christ Church yang dibangun pada tahun 1753, serta sebuah air mancur yang unik dan di depan Stadthuys terdapat kincir Belanda. Aku paling suka kincir Belanda yang berada di depan Stadthuys.













*Kincir Belanda
Kincir angin ini emang keren banget, bentuknyapun di buat ala di Negeri Belanda, buat yang hobi foto pasti tidak lupa untuk menyempatkan diri berpose di depan kincir angin tersebut...:D. Didekat kawasan kincir angin tersebut juga ada Musium/ Muzium Samudera, sayangnya kami tidak sempat masuk ke dalam..hehhee..














*Pora / Porta de Santiago
Pora de Santigo merupakan puing bangunan yang di depannya terdapat meriam tua. Bangunan ini tersusun dari batu bata merah dan di dalamnya terdapat musisi jalanan serta pelukis jalanan. Sayangnya aku tidak menggunakan jasa pelukis jalanan..hehehe..





















Perjalanan dilanjutkan menuju Muzium Umno Melaka, k
arena hari sudah mulai sore, kamipun kemudian kembali ke Christchurch untuk menunggu bis umum yang akan membawa kami kembali ke Melaka Sentral Bus Station dengan tarif RM2 per orang.
Setelah puas jalan-jalan, sekarang saatnya untuk berbelanja oleh-oleh. Wisata memang tak lengkap rasanya jika tanpa belanja oleh-oleh. Kalau boleh saya menyarankan, sebaiknya berbelanjalah di Pahlawan Street Market yang ada di Jl. Merdeka. Di Pahlawan street market kami mendapati harga oleh-oleh yang murah tapi dengan kualitas barang yang lebih bagus dari tempat lain di Malaka, tentunya jangan lupa menawar harganya. :)

Tetapi sebelum kita meninggalkan Melaka, kami menyempatkan diri untuk mengisi kekosongan perut dengan mencoba makanan khas Melaka, yaitu " Chicken Rice Ball ". Berbekal prinsip “yang ramai pasti enak”, kami pun bergabung dalam antrian di satu rumah makan yang menjual makanan ini. Kami sedikit kebingungan ketika akan memesan, karena rupanya rumah makan tersebut tidak menyediakan menu dan pemilik serta pelayannya hanya bisa berbahasa Mandarin, dengan sedikit Bahasa Inggris yang terbata-bata. Setelah menunjuk-nunjuk meja sebelah, kami pun memesan Hainam Chicken Rice Ball porsi dua orang untuk dimakan bertiga rame-rame. Hahahahaa...

Oh iya, jika kamu ingin mencoba melihat kota Malaka dari ketinggian, cobalah ke Menara Taming Sari. Tak perlu takut kelelahan karena harus naik turun tangga, karena menara ini punya deck mekanis yang akan mengantarkan pengunjung ke puncak menara. Kita tinggal duduk dan tungu deck bergerak naik ke atas. Kamu perlu merogoh kocek 40 RM untuk naik menara ini, itulah sebabnya saya tidak naik, hehehe.

Sebenarnya sayang sekali secepat ini meninggalkan Melaka, tapi apa boleh dikata mungkin lain waktu kita akan menginap disini. Padahal di sini setiap malam sangat ramai oleh pengunjung, baik yang menikmati keindahan malam sungai Malaka di cafe-cafe mini pinggir sungai, atau hanya sekedar jalan-jalan menghabiskan malam dengan berbelanja pernak-pernik yang lucu. Huummm...suasananya berasa di Eropa gitu deh, hehehe. Dan di sungai ini pula kita bisa mencoba paket wisata menyusuri sungai menggunakan perahu. Keindahan kota di malam hari, lampu-lampu di pinggir sungai dan cafe-cafe mini yang romantis… cocok untuk bulan madu. Tapi sayangnya saya kesitu bukan untuk bulan madu, karena rombongan saya cewek semua! catat!!...aahhaaayy....

Dan akhirnya perjalanan kami harus diakhiri, karena kami harus bergegas ke terminal untuk mengejar bus dari Malaka Central ke Kuala Lumpur. Untungnya berbekal pengalaman ketika ke GentingHighland, kami telah melakukan persiapan dengan membeli tiket kembali ke KL jadi tidak takut kehabisan. Ini sangat penting buat yang baru pertama kali backpacker melakukan persiapan agar jangan sampai kehabisan tiket. Kalau ingin aman, sebaiknya pesanlah tiket sehari sebelum pulang, atau saat kamu datang langsung belilah tiket pulang sehingga tak perlu takut kehabisan tiket ataupun harus terburu-buru ke terminal bus...:D


Sesampainya di Kuala Lumpur jam telah menunjukkan pukul 8.30 malam, tapi kami masih antusias menyempatkan diri ke Petronas, hahahhaa...karena memang sudah tidak ada waktu lagi, dan keesokan hari kita harus pulang ke Indonesia.







Setelah puas dengan pose ala model ditengah malam kota KL akhirnya kami memutuskan pulang karena LRT terakhir pukul 11.30 malam dan kami tidak mau sampai tertinggal. hehehe...Di dalam LRT akhirnya rasa lapar mendera lagi, aahhaayy...emang dasarnya kita doyan makan...hiikkss....sesampainya di dekat hotel kami mampir di salah satu restoran dan mencoba menu special restoran tersebut. Taraaaaa....




Oke dah, sampai disini cerita perjalanan di kota tua Malaka, semoga postingan ini bermanfaat buat kamu yang berencana ke Malaka. Oh iya satu lagi, kekurangan kota ini adalah di transportasinya. Dari satu tempat wisata ke yang lainnya tidak ada transportasi yang memadai. Hanya ada bus yang datang satu jam sekali atau taksi yang tak berargo sehingga harus tawar menawar. Tapi kamu tidak perlu kecewa, karena jarak tempat-tempat wisata yang saya sebut diatas tadi tidaklah terlalu jauh antara satu dan lainnya, jadi bisa ditempuh dengan jalan sehat alias jalan kaki. Happy Traveling!!! ...
See u tomorrow everybody.....muuaacchh...

Kamis, Maret 27, 2014

Holiday Malay Day 1 & 2

Assalamualaikum Bloggiest....

Ne liburan ke dua saya ke Luar Negeri dan perjalanan nekat saya bersama teman-teman yang ngajak backpackeran tanpa guide...hahahha...
Dan petualangan saya di Malaysia dimulai disini...:D

Di hari pertama, saya mendarat di LCCT Malaysia (Bandara khusus pesawat AirAsia) setelah antri imigrasi sekitar 40 menit akhirnya saya keluar juga dari bandara LCCT pada pukul 21.00 Waktu Kuala Lumpur, beda sejam ja sama di Indonesia..:D
Di pintu keluar LCCT kami langsung membeli tiket Sky bus untuk menuju ke KL Sentral seharga RM 9. Sky bus ini beroperasi 24 jam, dan membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai ke KL Sentral.
Nyampek KL Sentral pukul 22.00, langsung ja kita nyari hotel yang emang lokasinya tidak jauh dari KL Sentral. Tanya sana-sini sampai nyasar pula akhirnya nemu juga hotel kita, langsung check in dan bersih-bersih badan. Oh yaaa...sepanjang jalan menuju hotel kita ternyata banyak banget pedagang makanan, jadi kayak semacam togkrongan anak-anak muda gitu, waahhh lumayan, dan kita berencana makan malam disitu saja..hahahha..
Alhasil karena kita bersantai rebahan dulu sambil antri kamar mandi waktu sudah menujukkan pukul 23.30, dan ketika kita turun hotel untuk nyari makanan banyak pedagang makanan yang habis atau bahkan sudah mau tutup...huuaa....akhirnya kita jalan agak jauhan dan nemu masakan india, tapi cuma sejenis camilan, dan gak nendang sama sekali, oohhmygosh...pulangnya kita liat ibu-ibu jualan siomay ala sana, coba-coba beli soalnya ramai banget dan emang bener gak taunya enyaaakkk.....enyaakkk....hahhaha...besok-besok beli yang banyak aagghh....:D
Setelah menyantap makan malam yang kemalaman akhirnya kami putuskan untuk kembali istirahat di Hotel, karena besok trip kita masih panjang...hahhahaa...

Hari kedua,..
Hari ini seperti biasa kedua teman saya bangun kesiangan dan bermalas-malasan, alhasil pukul 8 kita baru keluar hotel untuk mencari sarapan. Tujuan kami hari ini adalah Batu Caves dan Genting Highland.
Sehabis sarapan kami langsung menuju ke KL Sentral, kami naik KTM Komuter jurusan Sentul-Klang. Mudah saja menemukan komuter ini karena tulisan Batu Cave terpampang jelas di pintu masuk stasiun. Perjalanan dari KL Sentral-Batu Cave memerlukan waktu kurang lebih 48 menit.













Batu Cave


Batu Cave sebenarnya adalah sebuah bukit kapur yang didalamnya terdapat serangkaian gua. Dinamai sesuai dengan nama sungai dan nama daerah tempat gua ini berada, didalamnya terdapat kuil Hindu yang menjadi pusat penyembahan Lord Murugan, Dewa Hindu yang disembah oleh kalangan umat Hindu Tamil. Lord Murugan sendiri adalah dewa perang dan dewa pelindung dari Tamil Nadu. Untuk itu, tidaklah mengherankan kalau Festival Hindu Thaipusam dirayakan terpusat di gua ini. Festival yang diselenggarakan bulan Januari atau Februari ini memang dikhususkan bagi Lord Murugan dan kalangan Hindu Tamil.
Ohh yaa setelah kita turun dari komuter, kita bakalan langsung disambut oleh patung Hanoman setinggi 15 m dan disebelah patung ini terdapat gua kecil yang disebut Ramayana Cave. Seharusnya didalam terdapat patung-patung dan gambar-gambar yang menceritakan sejarah Ramayana. Tapi sayangnya saat kami kesana gua ini sedang digunakan untuk pemujaan, entahlah mereka sedang merayakan apa...hehehe..




Setelah berjalan lurus sampailah kita di halaman utama tempat patung Lord Murugan setinggi 42.7 meter berada. Dibuka tahun 2006, diperlukan waktu 3 tahun untuk membangunnya dan merupakan patung Lord Murugan tertinggi di dunia. Terbayang kan gimana rasanya mengecat patung setinggi ini. Cat emasnya mereka import dari Thailand yang memang tersohor dengan warna-warna emasnya. Disini Lord Murugan berpose sambil memegang tombak sakti pemberian ibunya (Parwati, istri dewa Siwa) yang digunakan melawan setan jahat Soorapadman. Festival Thaipusam diadakan untuk memperingati hari dimana Parwati memberikan tombak sakti tersebut kepada Lord Murugan. Hampir semua patung, relief dan hiasan-hiasan di tempat ini menceritakan kisah Lord Murugan melawan setan jahat tersebut.

Di depan patung raksasa ini terdapat halaman luas dengan ribuan merpati yang bisa menjadi atraksi tersendiri. Sambil duduk-duduk kita bisa memberi makan merpati dengan remah-remah roti dan snack yang banyak dijual disekitar tempat tersebut.
Di belakang patung ini, ternyata terdapat tangga yang cukup sempit dan curam berjumlah 272 anak tangga yang mesti di daki bila kita ingin melihat Temple atau Cathedral Cave, gua terbesar di area itu. Dinamai demikian karena didalamnya terdapat 4 kuil Hindu dibawah langit-langit gua setinggi 100 meter. Ketika melihat tangganya Hima langsung bilang klo gak sanggup...hahhaha...akhirnya saya dan Peggy yang capcuss kesana..
Kalau dihitung-hitung jumlah tangganya sih sedikit lebih banyak dari tangga gunung Bromo yang berjumlah 250 buah...:P
Dalam perjalanan ke atas, disekitar tangga banyak terdapat monyet-monyet liar yang tidak segan-segan meraih makanan atau apa saja yang kita bawa, hampir sama seperti di Wendit atau Ulu Watu Bali...hikkkss... Jadi berhati-hatilah dengan segala tas dan barang bawaan terutama tas plastik yang isi dalamnya bisa terlihat. Bila kelihatan seperti makanan, para monyet ini tidak sungkan untuk merebutnya. Kalau sudah tahu kelakuan para monyet di Uluwatu atau Wendit, monyet-monyet disini mah tergolong alim. Di pertengahan jalan menuju puncak, disebelah kiri terdapat gua yang bernama ‘Dark Cave’. Di gua sepanjang 2 km ini banyak terdapat stalaktit dan stalagmit dan berbagai jenis hewan yang hanya hidup di kedalaman gua. Sayangnya untuk menjelajah gua ini diperlukan pemandu dan ijin khusus dari Malaysian Nature Society.

Di dalam gua ini disamping banyak terdapat kuil, juga terdapat beberapa kios penjual makanan dan souvenir yang menurut saya sih merusak pemandangan. Terdapat juga beberapa patung Dewa Hindu yang dicat warna-warni. Di bagian tengah gua terdapat area terbuka dan di bagian puncak gua juga terdapat lubang besar sehingga bisa dibayangkan kalau ke tempat ini jangan pas musim hujan. Di saat musim kemarau saja keadaan dalam gua sudah basah, karena sifat bukit kapur yang menyerap air dan kelembapan. Secara keseluruhan guanya sangat indah walaupun sedikit berbau campuran antara monyet, dupa dan kelembapan gua. Sayangnya di beberapa sudut terongok bekas-bekas kios yang sudah tidak terpakai. Kuilnya juga terlihat kotor dan perlu di cat ulang. 




Setelah puas menjelajah dalam gua, kami turun dan mencari makan siang di sekitar kuil. Para pedagang makanan di sekitar gua ini adalah bangasa India jad otomatis jenis masakannyapun ala India...gleekk...hahhaaa..
Setelah menyantap beberapa camilan ala India karena saya lupa apa namanya kami melanjutkan perjalanan naik Komuter ke KL Sentral. Dalam perjalanan pulang, komuter ini berhenti sejenak di stasiun Kuala Lumpur, memberi kesempatan kepada saya untuk mengamati desain bangunannya yang unik. Terletak sangat dekat dengan KL Sentral, kedua bangunan ini berbeda bagaikan bumi dan langit. Yang satu sangat modern sedang yang lain sangat antik. Setelah tiba di KL Sentral kami langsung mencari bus menuju Genting Highlands.

Genting Highlands
Terletak di ketinggian 1800 m di atas permukaan laut, Genting cukup terkenal dengan pemandangan alam dan cuacanya yang dingin (15-25 derajat celcius). Daya tarik utama tempat ini adalah Casinonya dengan theme park sebagai pelengkap. 
Pada masa kejayaannya Genting menarik banyak pengunjung ke tempat tersebut, tetapi sejak tahun 2010 tempat ini tersaingi dengan adanya casino di Resort World Sentosa dan Marina Bay Sands. Terkesan mahal dan sedikit kumuh, tempat ini tetap menjadi tujuan utama bila orang pergi ke Kuala Lumpur.
Dari hasil browsing, menurut jadwal hampir tiap 30 menit sampai 1 jam ada bis yang bertolak kesana. Pada saat akan membeli tiket, bagian informasi memberi tahu bahwa bis selanjutnya akan berangkat jam 11.30 dan bis terakhir dari Genting akan berangkat jam 21.00. Sedangkan tiket pada pukul tersebut telah ludes, tersisa keberangkatan pada pukul 12.30 dan kembali pada pukul 20.30, dengan berunding cepat akhirnya kami memutuskan untuk membeli tiket tersebut ((bis dan skyway) (pp)). sedangkan perjalanan menuju kesana selama 2 jam (pulang pergi).

Setelah sampai di tujuan, kami digiring ke lantai 2 menuju terminal cable car. Genting Skyway, nama cable car menuju Genting, terentang sepanjang 3.4 km dan diklaim sebagai cable car tercepat dan terpanjang di Asia Tenggara. Waktu kami datang, orang sudah berjubel antri naik Cable Car, diperlukan waktu tunggu 45 menit untuk naik sedangkan perjalanannya sendiri memakan waktu 15 menit untuk sampai ke puncak.
Sepanjang perjalanan, kita akan disuguhi pemandangan hutan-hutan di sekitar kaki gunung Titiwangsa. Bila kabut datang (dan ini sering terjadi), cable car kita seolah-olah sendirian ditelan kabut karena jarak pandang ke depan dan ke belakang tertutup sepenuhnya.

Sampai kawasan Resort Genting saya turun dari skyway dan terlihatlah casino-casino ala film barat...hahahha... Saya kemudian berkeliling untuk mencari Ourdoor Park dan Indoor Park. 
Resort World Genting ini memiliki 3 theme park : Outdoor Theme Park, First World Indoor Theme Park dan Water Park. Dengan cuaca yang selalu dingin dan berkabut, Water Park menjadi kurang populer.



Setelah puas mengeksplorasi Genting Highlands, kami naik cable car kembali ke terminal awal dan menunggu bus membawa kami kembali ke KL Sentral. Ternyata masih menyisakan waktu hampir 1,5 jam woowww... lumayan lama...sambil mencari makan malam disekitar terminal bus dan tak lupa kita selfie-an yuukk...hahahhaa...

Setelah sampai di hotel kami langsung mandi dan istirahat sejenak, lalu mencari makan malam disekitar hotel. Akhirnya belilah kita Siomay untuk kedua kalinya...hahahha....yummmyy....
Selain itu disekitar hotel memang banyak pilihan makanan, makanya tempat ini ideal untuk menginap. 
Okaayyy guys ceritanya dilanjut besok yaakkk....gniteezzzz:)

Rabu, Januari 22, 2014

Holiday Sipur Day 2

Assalamalaikum...

Di post ini saya lanjutkan itinerary jalan-jalan di Singapore hari ke 2. Cerita sebelumnya dapat dilihat disini...daan...Lanjooottt....ke Sentosa Island...

Tapi pagi ini cuaca kurang bersahabat, setelah menghabiskan menu sarapan pagi roti bakar dan sereal di hotel sambil di temani rintikan hujan yang tak kunjung reda...huummm..terpaksa kami menunggu sampai hujan reda. Padahal rencananya kami akan datang pagi sekali sebelum pukul 9 disana, karena hari ini hari Sabtu kami takut USS rame dan tidak bisa menikmati.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya kami putuskan untuk berlari nekat dan main basah-basahan...hahahhaa...
Huumm....memang jarak hotel dengan MRT memakan waktu 10 menit, tapi no problem dengan berlari cepat akhirnya kami tiba di station MRT.
Naik MRT arah ke Vivo City turun di Harbour Front MRT Station..singkat cerita kita tiba di Vivo City mall dan langsung naik ke lantai 3 tempat trainnya menuju ke Sentosa Island. Naik Sentosa Express (model2 MRT nya dia gitu deh..) harga tiket SGD 3 / child 3 above,tapi kalau kita punya Ezlink bisa pakai kartu itu aja yaah…:)

Ada 3 station di sana walaupun sebenarnya kita bisa tetap jalan kaki menuju tempat2 tersebut, dimulai dari :

1. WaterFront Station
Disini tempat kita turun kalau mau ke Universal Studio, turun kebawah melalui eskalator.

2. Imbiah Station
Disini tempat-nya si Siloso beach dan tempat merlion raksasa itu berada..baguss yaah suasananya walaupun udah maleem pun teteep rame..

3. Beach Station
Nah..disini nih tempat-nya Song of The Sea itu.. Pertunjukkan ini menampilkan permainan air dan lampu , efek cahaya yang keren banget dengan technology tinggi, serta dipadu dengan permainan kembang api. Hampir mirip dengan di Wonder Full Marina Bay, hanya saja klo di Marina gratis. hehehe..
Pertunjukan Song of The Sea cuma ada 2 kali dalam sehari yaitu pada jam 19.40 and 20.40, berlangsung selama 1 jam. Harga ticket SGD 10/pax.


Dari ketiga station, alhamdulillah saya mencobanya satu persatu..heheh...Tapi berhubung hari masih pagi dan tujuan utama kami USS, akhirnya kami mengambil arah yang pertama yaitu, Waterfront Station.

Sesampainya di pelataran USS kami langsung mengabdikan moment di bola dunia yang menjadi icon negeri..huukkss..

Station Sentosa di Vivo City Mall







Bola dunia di USS












Wahana Transformer
























Tak terasa waktunya makan siang, akhirnya kami memutuskan untuk menukar harga voucher masuk seharga 10 SGD, karena memang foodcourt di USS terkenal sangat mencekik..hahhaha...tapi neh untuk ukuran kami backpacker yaa, klo ukuran konglomerat beda lagi...hahaha.. lumayanlah bisa buat ganjal perut
Pizza seharga 10 SGD..hahha
Setelah mengisi tenaga kami melanjutkan berkeliling ke setiap sudut USS, yaa lah sayang banget klo dilewatkan...hehhee...dan mengulang setiap permainan indoor ataupun outdoornya, hingga kami puas. Tana terasa waktu menunjukkan pukul 5 sore, waktunya kami bersiap meninggalkan USS dan menjelajah ke Beach Station karena kami berencana untuk menonton Song of The Sea. Untuk harga tiket saya lupa, kurang lebih untuk masuk USS sekitar 64 dolar SGD untuk dewasa dan 51 dolar SGD untuk anak-anak, dan untuk tiket SOTS sekitar 10 dolar SGD.




Dan akhirnya beres pertunjukannya sekitar jam 9 malam. Kita ngantri lagi yuks balik ke vivo city naik sentosa express lagi..dan lanjut naik MRT lagi sampai Lavender.
Benar-benar teler pulang ke hotelnya, nyampe hotel jam 11 malam, alhasil kita masih harus nyasar gara-gara kita gak kuat jalan kaki menuju hotel dan mencoba naek bus, eehh...ternyata bus gak turun di dekat hotel kita dan akhirnya kita harus muter dan mesti jalan kaki jauh banget tengah malam pula. Huuffhh....jengkel, gondok, gempor... tapi senang juga ada pengalaman naik bus...hahhaha...Karena selama disini kita selalu mengandalkan MRT. Sesampai di hotel kami langsung tidur tanpa mandi. hahahaha...

Alhamdulillah trip hari ke dua ini menyenangkan..:) Semoga bermanfaat. Nitezz....see you tomorrow...^_^